Museum Purbakala Sangiran : Review, Wahana, Lokasi, dan Harga Tiket

museum purbakala sangiran

Museum Purbakala Sangiran – Salah satu museum yang menyimpan benda-benda bersejarah atau museum arkeologi di Indonesia terletak di Jawa Tengah. Museum tersebut adalah Museum Purbakala Sangiran, yaitu situs fosil manusia purba paling lengkap di Pulau Jawa.

Salah satu Tempat Wisata di Jawa Tengah ini sangat penting karena banyak ilmu pengetahuan dibidang antropololgi, arekologi, biologi, paleantropologi, geologi dan sebagai tujuan wisata. Dengan adanya museum Sangiran juga memberikan manfaat terutama untuk mempelajari kehidupan manusia prasejarah.

Museum Sangiran merupakan yang paling lengkap dengan berbagai fosil manusia purba, hasil buda manusia purba, fosil flora dan fauna dan dengan stratigrafinya. Agar lebih memahami apa saja yang ada disana, berikut ini ulasan lengkapnya.

Review Museum Purbakala Sangiran


Sebelum kamu kesana, ada baiknya tahu dulu apa saja yang bisa kamu pelajari dan ketahui tentang Museum Sangiran. Museum ini adalah situs manusia purba yang sudah ditetapkan UNESCO sebagai warisan dunia, waktu lebih tepatnya pada tanggal 6 desember 1996.

Situs ini berdiri di lahan seluas 56 Km2 dan merupakan sebuah cagar alam. Lokasinya menempati 2 kabupaten yaitu Kabupaten Sragen dan Karanganyar.

Di tahun 1977 di situs ini dibuat sebuah Museum dengan nama Museum Prasejarah Sangiran. Sangiran semakin terkenal karena banyak peneliti dari luar negeri hingga saat ini.

Jika kamu kesana maka bisa melihat desain dari bangunan museum yang berbentuk Joglo. Di dalam bangunan terdiri atas ruang pameran, lab, auditorium, perpustakaan, ruang audio visual yang dipakai untuk memutar film seputar kehidupan manusia prasejarah.

Tak lupa juga ada tempat parkir, gudang menyimpan barang, kamar kecil, mushola, dan toko souvenir yang menjual handicraft “batu cantik bertuah” dengan bahan utama yang diambil dari Kali Cemoro.

Sebagai warisan dunia, museum Sangiran terus melakukan penambahan bangunan dan menata serta melengkapi fasilitas penunjang agar keberadaannya semakin diakui dunia.

Jika kamu pergi kesana, saat ini museum Sangiran sudah berevolusi menjadi sangat mewah dengan arsitektur modern.

Wahana di Museum Purbakala Sangiran


Ada banyak koleksi yang di simpan di Museum Purbakala Sangiran. Tentu saja setiap koleksi disimpan atau di pamerkan di beberapa wahana yang bisa kamu kunjungi seperti klaster museum sangiran, audio visual, ruang pameran utama, gudang pandang Sangiran dan penginapan.

Adapun fasilitas yang ada di museum ini antara lain area parkir, toilet, mushola, wisma sebagai tempat menginap para peneliti atau tamu Museum.

Lokasi Museum Purbakala Sangiran


Museum Sangiran terletak di Desa Krikilan, Kalijambe, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah. Obyek wisata ini berjarak sekitar 17 km dari pusat kota Solo.

Rute Menuju Museum Purbakala Sangiran
Untuk kamu yang akan pergi kesana, bisa melalui beberapa rute perjalanan. Dari arah utara kota solo, bisa lewat jalan Kalijambe. Apabila bertolak dari kota Yogyakarta, kamu ke utara yaitu jalan Kalijambe, kemudian ke Sangiran.

Kemudian dari arah Semarang, dapat menempuh jarak sekitar 100 km yang akan melalui daerah Purwodadi.

Rute lain yang bisa dilalui dari Semarang adalah lewat Salatiga, Gemolong, Karang Gede (Boyolali), Kalijambe, lalu Sangiran.

Jika dari kota Surabaya, bisa melalui jalanan di Madiun, Ngawi lalu dekat Sragen dan dilanjut ke jalan Kalijambe ke arah Sangiran. Jarak dari Surabaya sekitar 280 kilometer.

Akses kesana jika kamu berasal dari luar pulau Jawa bisa menggunakan kendaraan pribadi atau Bus Laboratorium Pariwisata untuk menuju Museum Sangiran.

Harga Tiket Masuk Museum Sangiran


Untuk masuk ke area Museum pengunjung diharuskan membayar tiket yang dibedakan untuk wisatawan domestik dan wisatawan mancanegara. Wisatawan domestik membayar sebesar Rp.8.000 per orang, sedangkan wisatawan mancanegara Rp.11.500 per orang.

Harga tersebut tentu saja tidaklah mahal mengingat tempatnya yang megah dan fasilitas yang lengkap.

Hal Yang Bisa dilakukan di Museum Sangiran


Sebagai situs yang masuk dalam warisan dunia nomor 593 (ditetapkan oleh Komite World Heritage, di Meksiko). Museum purbakala Sangiran sangatlah terkenal hingga mancanegara.

Ketika kamu berkunjung kesana bukan saja dapat berwisata sejarah namun juga dapat melakukan kegiatan lain seperti penelitian, mengenal jenis-jenis fosil baik manusia purba, fosil flora dan fauna, mengetahui jenis-jenis batu-batuan, alat bantu jaman prasejarah dan lainya yang berjumlah sekitar 13.809 buah.

Di dalam Museum, Kementrian Kawasan dan Kebudayaan dan juga Kementrian Pariwisata telah melakukan optimalisasi museum menjadi 5 klaster.

5 klaster itu adalah Museum Purba Klaster Ngebung, Krikilan, Dayu, Bukuran dan Museum Lapangan Manyarejo.

Di dalam Klaster Krikilan dibuat Balai Pelestarian Situs Manusia Purba (BPSMP), untuk mengembangkan ilmu pengetahuan tentang sejarah nenek moyang manusia. Kamu bisa belajar banyak tentang sejarah nenek moyang manusia dengan detail di klaster ini.

Adapun yang bisa kamu pelajari dari Krikilan yaitu mendatangi 3 ruang pameran. Ruang pamer 1 tentang kekayaan, ruang pamer 2 tentang langkah-langkah kemanusiaan, dan ruang pamer 3 tentang masa keemasan Homo Erectus.

Dimana setiap ruangan mempunyai luas yang berbeda-beda dan didalamnya juga terpajang berbagai macam poster, foto, diaroma, replika jenis manusia dan juga binatang purba yang pernah hidup di dunia, lengkap dengan deskripsi berbahasa Indonesia dan Inggris.

Sedangkan untuk Klaster Dayu, terletak sekitar 6 kilometer dari klaster Krikilan. Disana kamu bisa belajar tentang lapisan tanah dari bermacam-macam era. Mulai Formasi Pucangan (Plestosen Bawah 1,8 juta – 900 ribu tahun lalu), hingga Formasi Notopuro (Plestosen Atas 250 ribu – 100 ribu tahun lalu).

Kamu bisa melihat pemajangan di Klaster Dayu dengan kecanggihan teknologi terbaru. Kamu bisa merasakan fasilitas dengan teknologi berbasis apilkasi yang disuguhkan oleh Google Store.

Lebih lengkap lagi, kamu bisa menggunakan smartphone untuk memperoleh info obyek yang dipamerkan. Info yang diberikan di aplikasi seperti info virtual dalam bentuk artikel, bunyi dan obyek 3 dimensi.

Selanjutnya kamu bisa berkunjung ke Klaster Nano. Nano sendiri artinya klaster ini berukuran lebih kecil dibandingkan klaster lainnya. Disana kamu dapat belajar mengenai sejarah manusia purba yang juga menarik.

Kamu dapat melihat dan menyusuri penemuan kreatif dari fosil tengkorak manusia purba paling lengkap di Klaster Nano. Klaster ini dijadikan zona penelitian Kawasan Penelitian Arkeologi Nasional dan Musee National de’Naturelle Historie (MNHN) dari tahun 2009. Adapun penelitiannya juga dipamerkan untuk pengunjung yang datang kesana.

Tips Mengambil Foto di Museum Sangiran


Agar bisa mengambil foto di Museum tanpa melanggar peraturan, kamu bisa melakukan beberapa tips berikut ini.

1. Ikuti aturan Museum

Dalam memotret gambar di Museum tentu saja ada aturan yang harus di ikuti. Kamu bisa menanyakan kepada petugas yang sedang disekitarmu area mana yang boleh difoto dan tidak boleh.

Beberapa karya yang di pamerkan di dalam museum dilarang untuk diambil fotonya. Ini sangat penting kamu ketahui sebelum ke Museum Sangiran.

2. Menghargai Pengunjung Lain

Ketika kamu akan memotret karya di Museum hargailah pengunjung lainnya. Ketika kamu melihat kerumunan orang yang banyak ketika melihat karya maka jika ingin memotret karya tersebut bersabarlah. Tunggu pengunjung lain selesai agar tidak mengganggu kenyamanan.

Jangan memaksa diri menerobos kerumunan tersebut, karena setiap pengunjung memiliki hak yang sama untuk menikmati dan mencermati karya yang dipamerkan.

Tips Berkunjung ke Museum Purbakala Sangiran

Dalam mengunjungi Museum biasanya tidak sembarangan dapat melakukan kegiatan seperti foto ataupun mengambil gambar didalamnya. Beberapa tips yang bisa kamu lakukan ketika berkunjung ke Museum Purbakala Sangiran antara lain.

  1. Mematuhi peraturan yang diberlakukan di Museum
  2. Menjaga ketenangan ketika berada di dalam Museum
  3. Tidak membuang sampah sembarangan
  4. Membawa perlengkapan yang dibutuhkan apabila ingin melakukan penelitian.
  5. Tidak merusak sarana dan prasarana di area Museum Sangiran.
  6. Menghargai pengunjung lain

Museum Sangiran sebagai salah satu situs yang sudah terkenal di mancanegara tentu saja membuat Indonesia bangga memilikinya. Sebagai warga negara yang baik, masyarakat juga bisa belajar di Museum ini.

Sangat penting mempelajari apa saja yang ada di Museum Purbakala Sangiran. Selain untuk menambah ilmu pengetahuan juga dapat menjadi destinasi wisata sejarah.

Beri Konten ini 5 Bintang Dong!
[Total: 0 Average: 0]

Previous articleCara Backup dan Restore Whatsapp Via Google Drive
Next articleFitur dan Kelebihan WhatsApp MOD APK Anti Banned
SudutNusantara.com adalah sebuah situs yang menyajikan berdasarkan hobi mengenai Wisata, Teknologi, Review Gadget, Game, dan Pendidikan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here