Teks Fabel : Pengertian, Ciri, Struktur, Unsur, Jenis dan Contoh

7 min read

Teks Fabel

Fabel termasuk ke dalam cerita fiksi, dimana kisah yang diceritakan di dalam teks tersebut bukanlah cerita yang terjadi di dunia nyata.

Teks fabel juga biasa disebut sebagai cerita moral, karena terdapat pesan yang terkandung di dalam cerita tersebut. Ini adalah materi pelajaran di Bahasa Indonesia yang sangat populer di kalangan anak-anak, lho!

Lalu apa pengertian teks fabel? apa saja struktur pembentuknya? dan bagaimana cara membuatnya? simak rangkuman dari Sudut Nusantara di bawah ini.

Pengertian Teks Fabel

teks fabel adalah

Teks Fabel adalah sebuah cerita yang menceritakan dunia binatang yang berperilaku seperti manusia. Dimana pada cerita ini seolah-olah hewan berperilaku seperti seorang manusia.

Tokoh utama dari cerita fabel adalah binatang. Namun, tokoh binatang tersebut diperankan oleh manusia. Sehingga cerita yang terkandung di dalamnya juga mencerminkan problematika kehidupan manusia.

Fabel sendiri bersifat mendidik. Dimana teks jenis ini biasa digunakan sebagai kiasan dari kehidupan manusia.

Pengertian Fabel Menurut Para Ahli

pengertian teks fabel menurut para ahli

Berikut ini beberapa pengertian fabel menurut para ahli, diantaranya yaitu:

1. Menurut KBBI

Fabel berasal dari Bahasa Inggris yaitu “Fable” yang memiliki arti sebuah cerita yang menggambarkan watak dan karakter manusia namun diperankan oleh binatang.

2. Menurut Danandjaja (2002, 26)

Fabel yaitu sebuah teks cerita yang tokoh utamanya diperankan oleh hewan liar atau binatang peliharan yang bisa berpikir, berbicara, dan berakal budi seperti manusia.

Fungsi Teks Fabel

fungsi teks fabel

Dua fungsi dari teks fabel adalah untuk memberi hiburan dan memberikan pesan moral kepada pembaca.

Struktur Teks Fabel

struktur cerita fabel

Teks fabel sendiri memiliki struktur yang cukup unik dan sedikit berbeda dengan jenis teks lainnya, yaitu sebagai berikut:

  • Orientasi, kalimat pembuka atau awal teks cerita yang berfungsi untuk mengenalkan tokoh, tempat, dan waktu dari cerita fabel tersebut.
  • Komplikasi, bagian dimana permasalahan di dalam cerita tersebut mulai muncul dan mencapai puncaknya.
  • Resolusi, bagian penyelesaian masalah atau konflik yang terjadi pada cerita fabel.
  • Koda, bagian penutup teks fabel yang berisi pesan moral atau kesimpulan dari cerita tersebut.

Unsur Instrinsik Teks Fabel

unsur cerita fabel

Selain struktur, teks fabel juga memiliki unsur instrinsik yang terkandung di dalam cerita itu sendiri. Berikut beberapa unsur instrinsik cerita fabel:

  • Tema, topik atau gagasan utama dari sebuah cerita.
  • Judul, kepala karangan yang berfungsi untuk mengarahkan pikiran pembaca tentang gambaran teks fabel itu sendiri.
  • Tokoh, pelaku yang terlibat di dalam cerita fabel tersebut (binatang).
  • Penokohan, watak atau sifat yang dimiliki oleh masing-masing tokoh yang ada pada cerita fabel itu sendiri.
  • Latar, bagian yang mencakup tempat, waktu, dan suasana dari teks fabel.
  • Sudut Pandang, cara pandangan pengarang atau penulis dalam menyampaikan teks cerita fabel.
  • Alur, jalan cerita atau urutan peristiwa cerita fabel tersebut.
  • Amanat, pesan yang ingin disampaikan oleh pengarang kepada pembaca.
  • Tujuan, tujuan dari teks fabel itu sendiri yang biasa bertujuan untuk menghibur, mendidik, dan menginspirasi pembaca.
  • Konflik, permasalahan yang terjadi di dalam teks cerita fabel itu sendiri.

Ciri-Ciri Teks Fabel

ciri teks fabel

Untuk membedakannya dengan jenis teks lainnya, berikut ini beberapa ciri atau karakteristik teks fabel:

  • Tokoh diperankan oleh hewan.
  • Memiliki alur cerita yang sederhana.
  • Karakter tokoh tidak dijelaskan secara rinci.
  • Pendahuluan yang singkat dan jelas.
  • Pesan moral yang dituliskan secara langsung.
  • Watak atau karakter tokoh menyerupai perilaku manusia.
  • Biasanya menggunakan alur maju.
  • Bahasa yang digunakan bersifat naratif.
  • Disertai dengan latar tempat, waktu, sosial, dan emosional.
  • Bersifat fiksi.
  • Pembukaan biasanya menggunakan kata seperti: Alkisah, pada zaman dahulu, pada suatu hari, dan sebagainya.
  • Latar tempat yang diberikan biasanya merupakan habitat binatang yang ada di dalam cerita. Seperti: Hutan, gunung, laut, sungai, dan lainnya.
  • Menggunakan kalimat langsung yang berupa dialog antara tokoh satu dengan tokoh lain.
  • Menggunakan kata sehari-hari yang tidak formal.

Kaidah Kebahasaan Teks Fabel

kaidah kebahasaan cerita fabel

Cerita fabel yang baik dan benar biasanya dituliskan dengan mengacu kepada kaidah kebahasaan pada teks fabel itu sendiri.

Berikut ini beberapa kaidah kebahasaan dari sebuah teks cerita fabel, yaitu:

1. Menggunakan Kata Hubung

Di dalam teks fabel biasanya akan mengandung cukup banyak kata hubung.

Contoh kata hubung: Selanjutnya, kemudian, lalu, setelah itu, akhirnya, dan lain sebagainya.

Contoh penerapan dalam teks: Setelah kebakaran padam, lalu sang kecoa menghampiri kupu-kupu karena sudah menyelamatkan nyawanya.

2. Menggunakan Kata Keterangan Tempat dan Waktu

Dalam cerita fabel juga biasanya menggunakan kata keterangan tempat dan keterangan waktu.

Untuk keterangan tempat biasanya memakai imbuhan kata depan (di), sedangkan keterangan waktu biasanya menggunakan kata depan (pada) atau kata ganti yang menunjukkan informasi waktu.

Contoh: Pada malam hari, si burung hantu mengerikan itu mulai aktif dan mencari makan di hutan dekat tempat tinggalnya.

3. Menggunakan Kata Sandang

Seringkali pada teks cerita fabel menggunakan kata sandang (Si dan Sang).

Contoh: Sang raja hutan, Si kucing putih, Sang gajah, Si jangkrik, dan lainnya.

4. Menggunakan Kata Kerja

Kata kerja di dalam teks cerita fabel sendiri dibagi menjadi dua kategori, yaitu kata kerja aktif transitif dan kata kerja aktif intransitif.

  • Kata Kerja Aktif Transitif, yaitu kata kerja aktif yang memerlukan objek di dalam kalimat tersebut. Contoh: mengangkat, memegang, memukul.
  • Kata Kerja Aktif Intransitif, yaitu kata kerja aktif yang tidak memerlukan objek dalam kalimat tersebut. Contoh: Diam, melamun.

Jenis-Jenis Teks Fabel

jenis teks fabel

Secara umum jenis teks fabel dibagi kedalam beberapa klasifikasi, yaitu berdasarkan waktu munculnya, berdasarkan karakter tokoh, dan berdasarkan pesan moral.

1. Jenis Teks Fabel Berdasarkan Waktu Munculnya

Dilihat dari waktu munculnya, cerita fabel terbagi menjadi 2 jenis, diantaranya yaitu:

a. Fabel Klasik

Fabel klasik yaitu cerita fabel yang sudah ada sejak zaman dahulu, namun tidak diketahui persis kapan waktu munculnya teks tersebut, dan biasanya hanya diwariskan secara turun-temurun secara lisan.

Ciri-ciri fabel klasik, yaitu sebagai berikut:

  • Cerita yang disajikan sangat pendek.
  • Tokoh binatang dalam cerita masih memiliki sifat hewani.
  • Tema yang diangkat sangat sederhana.
  • Memiliki pesan moral kepada pembacanya.

Contoh teks fabel klasik:

  • Cerita Kancil Mencuri Timun
  • Cerita Kancil dan Buaya
  • Cerita Kalkun dan Elang
  • Cerita Semut dan Belalang

b. Fabel Modern

Fabel modern yaitu cerita fabel yang muncul dalam waktu relatif belum lama dan sengaja ditulis oleh pengarang sebagai karya sastra.

Biasanya dibuat berdasarkan keadaan yang sedang terjadi saat ini.

Jika dilihat dari jumlahnya, fabel modern lebih banyak jika dibanding fabel klasik.

Ciri-ciri Fabel Modern:

  • Karakter setiap tokoh dibuat unik.
  • Cerita fabel modern bisa pendek atau panjang.
  • Fabel modern biasanya berupa saga atau epik.
  • Tema yang digunakan cenderung lebih kompleks.

2. Jenis Teks Fabel Berdasarkan Karakter Tokoh

Sedangkan berdasarkan karakter tokoh, cerita fabel juga dibagi menjadi dua jenis, yaitu sebagai berikut:

a. Fabel Alami

Fabel alami adalah cerita fabel yang diperankan oleh hewan yang memiliki karakter sama dengan aslinya.

Misalnya kisah Sang raja hutan yang memiliki karakter buas, rakus, dan perkasa.

b. Fabel Adaptasi

Fabel adaptasi adalah cerita fabel dimana tokoh (hewan) memiliki sifat yang diadaptasi dari karakter lain.

Misalnya, harimau yang aslinya buas dan menyeramkan, di dalam cerita tersebut diubah menjadi sosok yang baik dan bersahabat.

3. Jenis Teks Fabel Berdasarkan Pesan Moral

Teks fabel berdasarkan pesan moral juga dibagi menjadi dua jenis, yaitu:

a. Fabel Koda

Fabel jenis ini memiliki pesan moral di bagian akhir cerita (koda) yang ditulis secara jelas. Biasanya pesan tersebut ditulis secara langsung dengan menggunakan bahasa yang mudah dipahami oleh pembaca.

b. Fabel Non Koda

Penulis tidak menuliskan secara langsung apa pesan moral yang ada di dalam cerita fabel tersebut. Namun meski begitu, biasanya pesan moral tetap ada namun disampaikan secara tersirat.

Cara Membuat Teks Fabel

cara membuat cerita fabel

Untuk membuat teks cerita fabel yang baik dan benar, kamu harus membuatnya sesuai dengan struktur pembentuk, unsur, dan kaidah kebahasaan teks fabel.

Berikut ini cara membuat teks fabel:

  1. Tentukan tema utama dari teks yang akan buat.
  2. Lakukan riset mengenai tokoh (hewan) yang akan kamu tuliskan dalam teks fabel tersebut.
  3. Buat kerangka teks fabel sesuai dengan struktur pembangunnya.
  4. Kembangkan dan mulai menulis teks fabel dengan menggunakan kaidah kebahasaan yang berlaku.
  5. Saat sedang menulis teks fabel, jangan lupa terapkan juga unsur intrinsik dari teks tersebut.
  6. Setelah selesai, baca ulang dan amati lalu lakukan revisi jika ada kekurangan.

Contoh Teks Fabel Hewan Terbaru Tahun 2021

Contoh Teks Fabel Singkat

Rusa dan Kura-Kura

Pada zaman dahulu kala, hidup seekor rusa yang sangat pemarah dan sombong. Ia bahkan sering meremehkan kemampuan hewan lainnya. Suatu saat ketika si rusa sedang berjalan di pinggir danau, ia tidak sengaja berjumpa dengan kura-kura yang sedang kebingungan. Melihat hal itu, si rusa bertanya “Kura-kura, apa yang sedang kau lakukan?”. Lalu sang kura-kura hanya terdiam dan tidak mengeluarkan sepatah katapun.

Melihat hal tersebut, si rusa merasa marah karena ia merasa tidak dihargai oleh kura-kura. “Jangan berlagak kamu hey kura-kura”. Kura-kura kemudian meminta maaf dan berupaya menjelaskan apa yang dia alami. Namun si rusa tidak menghiraukannya dan mengancam akan menginjak tubuh kura-kura. Akhirnya, kura-kura merasa jengkel dan menantang rusa untuk adu kekuatan betis kaki mereka.

Mendengar tantangan tersebut, tentu si rusa merasa semakin marah. Kemudian ia meminta kura-kura untuk menendang betisnya terlebih dahulu. Namun sang kura-kura tidak mau dan berkata “Jika aku menendangmu maka pasti engkau akan jatuh dan tidak bisa membalasku”.

Si rusa kini semakin marah, ia mengambil ancang-ancang lalu menendang sang kura-kura. Namun, dengan cepat sang kura-kura segera memasukkan kakinya ke dalam tempurung. Akhirnya si rusa menendang tempurung kura-kura dan jatuh kesakitan.

Setelah itu kura-kura keluar dari tempurungnya sembari berkata “Makanya jangan sombong, jangan berlagak paling kuat, semua pasti memiliki kekurangan dan kelebihannya, ini pelajaran buat kamu”.

Contoh Teks Fabel Beserta Strukturnya

Ayam dan Serigala

Orientasi

Pada suatu hari, serigala yang lapar sedang mencari makan dan melihat ayam di dekatnya. Ia kemudian mendekati ayam tersebut lalu menerkamnya. Si ayam berusaha kabur namun salah satu kakinya berhasil dipegang oleh serigala.

Komplikasi

“Hahaha kena kau!” kata serigala, ia pun membawa yam tersebut ke rumahnya.

Air liur serigala mulai keluar membayangkan lezatnya ayam tersebut. Dia yang sudah sangat lapar tidak sabar untuk menyantap habis si ayam.

Namun saat serigala tersebut akan memakannya, tiba-tiba si ayam berkata “Hei, berdoalah dahulu sebelum kau makan”.

Serigala kemudian menunda keinginannya untuk melahap si ayam. “Bagaimana cara berdoa? aku tidak tahu”, kata serigala kebingungan.

“Lipatlah tanganmu dan menengadah ke atas di depan dada, setelah itu kamu tutup mata kamu” Kata si ayam.

Resolusi

Saat serigala melipat tangannya dan menutup matanya, dengan cepat si ayam kabur melarikan diri.

“Dadaaaaah serigala” kata si ayam karena berhasil lolos dari serigala.

Koda

Maka, selamatlah si ayam dari serigala. Sementara itu, sang serigala hanya bisa terbengong dengan kejadian tersebut.

Contoh Teks Fabel Pendek

Lomba Lari Kelinci vs Kura-Kura

Disuatu hari kelinci dan kura-kura mengadakan lomba lari dan ditonton oleh berbagai hewan lainnya. Sebagian hewan disana tentu menjagokan kelinci untuk menjadi pemenang. Hanya burung pipit dan anak ayam yang tetap mendukung kura-kura.

Saat balap lari dimulai, sang kelinci mulai lari dengan kencang, kini ia sudah jauh meninggalkan si kura-kura yang berlari cukup lambat.

Hingga ditengah-tengah lomba, sang kelinci melihat kebun wortel yang sangat luas. Ia yang sedang merasa lapar lalu tergoda, ia pun berhenti dan memakan wortel tersebut. Setelah merasa kenyang, ia bersender di bawah pohon yang rindang hingga ia tertidur pulas.

Tanpa disadari, si kura-kura kini sudah sangat dekat dengan garis finish, seluruh hewan yang menonton pertandingan tersebut bersorak menyebut nama kura-kura. Mendengar suara berisik tersebut kelinci kaget lalu terbangun, sang kelinci pun langsung berlari mengejar si kura-kura.

Namun alangkah malunya, sesampainya sang kelinci di garis finish, ternyata ia melihat kura-kura sudah melewati garis tersebut terlebih dahulu.

Contoh Cerita Fabel Singkat 2 Paragraf

Persahabatan Serigala dan Kambing

Dahulu kala hidup 2 sahabat yaitu serigala dan kambing. Serigala sangat disukai penduduk karena tanduknya yang cantik. Sedangkan si kambing dahulu memiliki ekor yang panjang.

Karena merasa iri dengan serigala, si kambing meminjam tanduk serigala. Namun setelah dipinjam, si kambing tidak mau mengembalikkan tanduk sang serigala. Serigala yang marah akhirnya menggigit ekor si kambing hingga putus. Akhirnya serigala kini tidak memiliki tanduk dan kambing hanya memiliki ekor yang pendek.

Contoh Cerita Fabel Singkat 3 Paragraf

Kelelawar dan Musang

Di sebuah hutan, hiduplah seekor kelelawar yang cerdas. Ia selalu terbang berkeliling di malam hari dan beristirahat di siang hari. Pada suatu hari saat ia sedang beristirahat, ia terlepas dari pegangannya dan terjatuh ke tanah.

Seekor musang yang melihat kejadian tersebut langsung menerkamnya. Kelelawar memohon kepada musang untuk melepaskannya. Sang musang hanya tertawa dan berkata “Saya selalu menjadi musuh burung, buat apa saya melepaskanmu, saya tentu akan memakanmu”.

Kelelawar lalu berpikir dan dengan cepat berkata “Tapi saya bukan burung, lihat saja wajahku ini, aku adalah seekor tikus!”. Musang yang merasa bingung mengiyakan jawaban si kelelawar dan melepaskannya.

Sekian artikel mengenai teks fabel, semoga artikel ini bisa membantu kamu dalam memahami apa itu teks fabel.

Beri Konten ini 5 Bintang Dong!
[Total: 0 Average: 0]

Leave a Reply

Your email address will not be published.

© Website Name. All rights reserved.

Mediumish Theme by WowThemesNet.