Teks Eksposisi : Pengertian, Struktur, Ciri dan Contoh

Teks Eksposisi

Tanpa disadari, dalam kehidupan sehari-hari kita sering menggunakan ragam teks eksposisi pada saat berkomunikasi.

Salah satu contohnya yaitu saat kita berdiskusi di dalam sebuah forum, dimana terdapat seseorang yang menyampaikan argumen atau opininya. Lalu untuk memperjelas opini tersebut bisa ditambahkan dengan data berupa gambar, grafik ataupun statistik. (Baca juga tentang apa itu Teks Diskusi yaa!)

Tidak jarang juga kita menemukan teks eksposisi dalam bentuk cara, langkah, atau proses kerja, dimana bentuk teks eksposisi tersebut juga biasa dikenal dengan sebutan paparan proses.

Untuk lebih jelasnya lagi, simak artikel tentang Teks Eksposisi ini hingga selesai.

Pengertian Teks Eksposisi

apa itu teks eksposisi

Secara singkat, teks eksposisi bisa diartikan sebagai sebuah karangan yang berisi fakta sekaligus gagasan yang digambarkan dalam bentuk yang singkat, padat, dan jelas.

Secara terminologi, pengertian teks eksposisi yaitu sebuah bentuk teks yang memiliki sifat mengajak serta berisi sejumlah informasi yang ditulis secara ringkas, padat, dan jelas.

Sedangkan di dalam kaidah Bahasa Indonesia, teks eksposisi adalah sebuah teks yang menggambarkan sejumlah informasi secara jelas, ringkas, dan menarik untuk dibaca.

Namun ada juga yang berpendapat bahwa teks eksposisi merupakan jenis / ragam teks yang memiliki fungsi untuk menyampaikan sebuah gagasan berupa pemikiran terkait suatu hal.

Sedangkan menurut Priyanti (2014, hlm. 91) “Teks eksposisi adalah teks yang bertujuan untuk meyakinkan pembacanya terhadap opini atau gagasan si penulis dengan disertai adanya argumen pendukung”.

Struktur Teks Eksposisi

struktur teks eksposisi

Teks eksposisi memiliki struktur pembangunnya sendiri yang membedakannya dengan jenis teks lainnya, yaitu sebagai berikut:

1. Judul

Struktur pertama dari teks eksposisi yaitu judul, dimana judul hendaknya bisa menggambarkan sesuatu yang nantinya akan dibahas di dalam teks tersebut.

Penulisan judul yang baik juga harus ditulis secara singkat, menarik serta sarat akan makna.

2. Tesis atau Pernyataan Umum

Pernyataan umum atau tesis berfungsi untuk menggambarkan topik yang dibahas dan menempatkan pembaca dalam posisi tertentu.

Sebab bentuk teks ang satu ini dimanfaatkan oleh penulis untuk mengemukakan pendapat agar pembaca bisa berada pada posisi yang sependapat ataupun sebaliknya.

3. Argumentasi

Struktur selanjutnya yaitu argumentasi atau alasan, dimana panjang atau pendeknya bagian ini tergantung dengan jumlah argumen yang sudah dituliskan secara garis besar pada bagian tesis.

Pengembangan argumen ke dalam paragraf bisa dilakukan melalui penyajian contoh dan juga alasan yang jelas.

Di dalam sebuah argumentasi juga biasanya dilengkapi dengan bukti fakta ilmiah guna untuk mendukung atau mengembangkan tesis sebelumnya.

4. Kesimpulan atau Penegasan Ulang Pendapat

Struktur terakhir yaitu berupa kesimpulan atau penegasan ulang pendapat yang sudah tersaji di bagian sebelumnya dan bertujuan untuk menguatkan tesis dan argumen dari teks eksposisi tersebut.

Pengulangan opini sendiri bersifat pilihan, sehingga tidak semua jenis teks eksposisi memiliki bagian ini.

Unsur-Unsur Teks Eksposisi

unsur eksposisi

Berikut ini unsur-unsur teks eksposisi, diantaranya yaitu:

1. Ide atau Gagasan

Pada umumnya gagasan dapat berupa komentar, penilaian, saran, dorongan, dan bujukan.

Gagasan itulah yang nantinya akan mendasari si penulis untuk menuliskan atau menggambarkan opini yang ada dipikirannya.

Contohnya jika kamu memiliki ide untuk membahas seberapa besar kandungan lemak jenuh yang terdapat di gulai sapi.

2. Fakta

Setelah adanya argumentasi, selanjutnya harus disertai juga dengan fakta.

Fakta pada umumnya berwujud sebuah kenyataan ataupun data yang benar-benar ada dan bisa dibuktikan.

Meski begitu fakta tidak harus berupa angka, dimana fakta juga bisa berupa kutipan dari para ahli untuk memperkuat gagasan yang akan kamu sampaikan.

Tetapi perlu diingat jika kamu menyertakan kutipan dari para ahli, kamu harus memberikan catatan kaki atau daftar pustaka agar kamu terbebas dari plagiasi.

Jenis-Jenis Teks Eksposisi

jenis eksposisi

Setidaknya teks eksposisi memiliki delapan jenis, dimana masing-masing jenis memiliki fungsi dan penggunaan yang berbeda. Berikut selengkapnya:

1. Teks Eksposisi Analisis

Teks jenis analisis ini memiliki fungsi untuk mengidentifikasi gagasan utama menjadi beberapa sub bagian yang kemudian dikembangkan secara runtut.

2. Teks Eksposisi Berita

Teks jenis ini berisi tentang serangkaian peristiwa, fenomena, atau kejadian tertentu.

3. Teks Eksposisi Definisi

Isinya menerangkan suatu objek ataupun fenomena yang berfokus kepada karakteristik atau ciri tertentu.

4. Teks Eksposisi Ilustrasi

Berisi tentang ilustrasi atau gambaran suatu hal atau peristiwa.

5. Teks Eksposisi Klasifikasi

Menerangkan tentang pengelompokan atau pembagian ke dalam kelompok atau kategori tertentu.

6. Teks Eksposisi Perbandingan

Teks jenis ini berisi tentang menerangkan suatu hal dengan cara membandingkannya dengan suatu hal lainnya.

7. Teks Eksposisi Pertentangan

Teks jenis ini befungsi untuk menerangkan suatu pertentangan.

8. Teks Eksposisi Proses

Menjelaskan atau menerangkan sebuah proses atau tahapan untuk melakukan sesuatu secara runtut.

Ciri-Ciri Teks Eksposisi

ciri teks eksposisi

Untuk membedakannya dengan jenis teks lain, berikut ini ciri khusus teks eksposisi:

  • Pada umumnya isi teks mampu untuk menjawab pertanyaan apa, dimana, kapan, mengapa, siapa, dan bagaimana.
  • Isi teks tidak memihak atau memaksakan kehendak dari penulis kepada pembacanya.
  • Teks yang disampaikan bersifat lugas dan menggunakan struktur bahasa yang baku.
  • Penjabarannya disertai dengan data atau informasi yang faktual dan aktual.
  • Fakta digunakan sebagai alat konkritasi dan kontribusi.
  • Bersifat informatif.
  • Tulisannya biasanya singkat, padat, dan jelas.
  • Bersifat netral dan juga objektif.
  • Memiliki gaya tulisan yang mengajak.
  • Menjelaskan berbagai informasi pengetahuan.

Kaidah Penulisan Teks Eksposisi

kaidah kebahasaan eksposisi

Berikut ini kaidah penulisan atau kaidah kebahasaan yang ada di dalam teks eksposisi, yaitu:

1. Nomina atau Kata Benda

Yaitu kata yang merujuk terhadap benda, baik itu benda nyata atau benda abstrak yang diterapkan pada sebuah kalimat dengan kedudukan sebagai subjek.

Jika dilihat dari bentuk dan maknanya, nomina dibagi menjad dua yaitu:

  • Nomina dasar (pisau, rumah, meja, lemari, gambar, dan lainnya).
  • Nomina turunan (perbuatan, kekuatan, pembelian, dan lainnya).

2. Pronomina atau Kata Ganti

Yaitu salah satu jenis kata yang berfungsi untuk menggantikan nomina / frasa nomina.

Pronomina pada umumnya dikelompokan menjadi dua macam, yaitu sebagai berikut:

  • Pronomina Persona atau kata ganti orang yang dibagi menjadi dua macam, yaitu:
    • Persona Tunggal
      Contoh: Dia, kamu, anda, ia, aku, kamu, saudara, -nya, -mu, -ku, si-.
    • Persona Jamak
      Contoh: Kita, kami, kalian, mereka, para, hadirin.
  • Pronomina Non-Persona atau kata ganti bukan orang yang dibagi kedalam dua macam, yaitu:
    • Pronomina Penunjuk
      Contoh: Itu, ini, sini, sana, situ.
    • Pronomina Penanya
      Contoh: Dimana, siapa, kapan, mengapa, bagaimana.

3. Konjungsi atau Kata Hubung

Konjungsi atau kata hubung berfungsi untuk memperkuat argumentasi.

Contoh konjungsi: Lebih lanjut, kemudian, pada kenyataannya.

4. Verba atau Kata Kerja

Verba adalah kata yang mengandung makna dasar dari perbuatan, proses, ataupun kondisi yang buka sifat.

Dalam penerapannya pada kalimat, umumnya verba memiliki fungsi sebagai predikat.

5. Leksikal

Leksikal yaitu salah satu jenis kata yang menunjukkan sebuah nomina / kata benda, adjektiva / kata sifat, verba / kata kerja, dan keterangan adverbia.

6. Memuat Fakta

Ciri khusus teks eksposisi selanjutnya yaitu memuat fakta yang bersumber dari penelitian untuk kebutuhan data di dalam penyajian infomasi.

Contoh:

“Satu atau dua jam sebelum makan, biasanya orang akan memakan buah terlebih dahulu. Berdasarkan penelitian dari Badan Kesehatan Dunia atau National Institute of Health, hal tersebut merupakan suatu kebiasaan yang baik karena bisa menjaga kesehatan pencernaan pada tubuh manusia”

7. Menyatakan dan Menjelaskan Pendapat

Ciri lainnya yaitu mengandung sebuah pernyataan dan menjelaskan tentang pendapat dari pernyataan tersebut.

Contoh:

“Minum air putih merupakan salah satu hal yang baik untuk tubuh manusia. Selain 2/3 dari tubuh manusia adalah air, air juga dapat membersihkan tubuh dari berbagai racun serta menyumbang nutrisi penting bagi sel-sel di dalam tubuh”.

8. Penegasan Pendapat

Terakhir yaitu penegasan pendapat yang biasanya berada di bagian penutup yang bersifat objektif dan disertai dengan ragam ilmiah dan kalimat yang efektif.

Contoh:

“Seperti yang sudah kami nyatakan sebelumnya, bahwa dari uraian di atas bisa disimpulkan jika kalori yang terdapat di dalam makanan cepat saji memiliki jumlah yang sangat sedikit, sementara itu efeknya juga sangat buruk bagi kesehatan manusia”.

Selain itu menurut Kokasih (2014, hlm.9) berpendapat bahwa kaidah kebahasaan dari teks eksposisi yaitu:

  1. Menggunakan berbagai pernyataan persuasif.
  2. Memakai konjungsi.
  3. Memakai kata kerja material.
  4. Berisi pernyataan yang memaparkan fakta untuk mendukung dan membuktikan kebenaran dari argumentasi yang ditulis.
  5. Menggunakan istilah teknis yang berhubungan dengan topik yang sedang dibahas.
  6. Memakai pernyataan ungkapan yang bersifat menilai atau mengomentari.

Cara Membuat Teks Eksposisi

cara membuat teks eksposisi

Langkah-langkah membut teks eksposisi yaitu sebagai berikut:

1. Menentukan Topik atau Tema

Langkah yang pertama yaitu menentukan tema atau topik yang akan dibahas.

Dengan menentukan tema, nantinya ketika menulis teks eksposisi tersebut maka akan lebih terfokus pada tema atau topik yang sudah ditentukan.

2. Menentukan Tujuan

Selanjutnya yaitu menentukan tujuan yang nantinya akan memberikan pemahaman dan penjelasan terhadap para pembaca.

3. Mencari Data yang Sesuai dengan Tema

Langkah selanjutnya yang harus dikerjakan yaitu mencari, mengumpulkan, dan memilih data yang dibutuhkan sebagai bahan tulisan teks eksposisi.

Bahan atau data tersebut bisa didapatkan melalui berbagai sumber seperti buku, majalah, surat kabar, internet, hingga melakukan wawancara secara langsung dengan narasumber.

4. Membuat Kerangka Karangan

Sebelum membuat teks eskposisi, sebaiknya buat terlebih dahulu kerangka karangan secara lengkap dan sesuai dengan struktur teks eksposisi.

5. Kembangkan Kerangka Karangan

Setelah kerangka karangan tersusun dengan baik, selanjutnya yaitu mengembangkan kerangka tersebut menjadi lebih lengkap agar ciri-ciri eksposisi dapat tersalurkan.

Didalam tahap ini, penulis akan lebih menerangkan maksud dari tema atau topiknya tersebut dengan cara memberi data dan bukti sebagai pendukung pembahasan tersebut.

Namun pastikan juga teks eksposisinya memiliki sifat objektif, informatif dan juga logis.

6. Membuat Kesimpulan

Sesuai dengan tujuan dari membuat suatu karangan eksposisi, kesimpulan yang dibuat juga harus sejalan dengan tema dan harus memperkuat isi dari teks tersebut.

Contoh Teks Eksposisi

Contoh Teks Eksposisi Beserta Strukturnya

Manfaat Sarapan bagi Tubuh

manfaat sarapan pagi

Tesis

Bukan tanpa sebab, sarapan di pagi hari memang memiliki banyak sekali manfaat bagi tubuh manusia.

Menurut berbagai penelitian, sarapan bisa memberikan energi untuk tubuh, untuk mengendalikan berat badan, dan juga bisa meningkatkan kinerja dan konsentrasi otak.

Selain itu, sarapan juga memiliki manfaat lain untuk keterampilan kognitif otak yang bisa meningkatkan memori dan menghasilkan konsentrasi yang tinggi.

Argumentasi

Dengan banyaknya manfaat dari sarapan, maka alangkah lebih baiknya jika kalian tidak meninggalkan sarapan pagi di setiap harinya.

Dengan membiasakan diri untuk melakukan sarapan sehat setiap hari, maka hari-hari kalian akan terasa lebih baik lagi.

Penegasan Ulang atau Kesimpulan

Saat tidur malam, tubuh kalian akan kehilangan asupan yang ada di dalam tubuh. Oleh karena itu, tubuh memerlukan untuk diisi asupan kembali dengan makanan yang bergizi dan sehat.

Bisa dibayangkan, jika kalian melewatkan sarapan pagi maka perut kalian akan kosong dan akan rentan terkena berbagai macam penyakit.

Contoh Teks Eksposisi Proses

Wedang Jahe

contoh teks eksposisi proses

Wedang jahe merupakan salah satu minuman khas Indonesia yang biasanya disajikan dengan keadaan panas atau hangat. Wedang ini juga sangat cocok diminum di saat musim hijan atau di daerah dengan suhu yang dingin.

Untuk membuat minuman wedang jahe ini, kamu harus mempersiapkan dan melakukan beberapa langkah di bawah ini.

  • Siapkan 2 jahe yang sudah di kupas, 1 serai, 1 inci kayu manis, 5 biji cengkeh, dan 250 ml air.
  • Panaskan air dengan menggunakan panci, setelah mendidih masukkan jahe dan semua bahan lainnya.
  • Tunggu sekitar kurang lebih 10 sampai 15 menit.
  • Tuangkan ke cangkir dengan menggunakan saringan.
  • Wedang jahe siap untuk diminum. Jika ingin manis bisa ditambahkan gula merah, gula aren, atau madu.

Contoh Teks Eksposisi Definisi

Kucing

contoh teks eksposisi definisi

Kucing merupakan salah satu hewan karnivora yang berasal dari keluarga Felidae. Kucing sendiri memiliki nama ilmiah yaitu Felis Silvestris Catus atau yang biasa disebut dengan Felis Catus.

Saat ini, kucing banyak dijadikan sebagai hewan peliharaan dan hidup berdampingan dengan manusia. Hal tersebut bukanlah hal yang baru, karena pada kenyataannya kucing memang sudah berbaur dan hidup berdampingan dengan manusia sudah sejak lama, bahkan sejak 6000 tahun lalu sebelum kucing dikenal sebagai hewan peliharaan.

Fakta menarik yang ditemukan tersebut didukung dengan berbagai temuan ilmiah sekaligus bukti keberadaan kucing yang sudah berbaur dengan manusia di dunia ini. Temuan tersebut merujuk dari saksi dan juga sejarah yang menemukan bukti keberadaan kerangka kucing di pulau Siprus.

Jadi tidak heran lagi jika keberadaan kucing bisa menjadi salah satu hewan peliharaan paling populer selain anjing, hamster, ikan, dan kelinci.

Namun tidak semua jenis kucing bisa ditemukan dengan mudah dan dapat dipelihara. Salah satu jenis kucing yang paling banyak ditemukan adalah kucing campuran atau yang lebih familiar disebut dengan kucing kampung atau kucing liar.

Populasi dari jenis kucing ini bahkan mencapai angka 80& dari jumlah populasi kucing yang ada di dunia ini.

Sedangkan salah satu jenis kucing lain yang banyak dijadikan sebagai hewan peliharaan populasinya sendiri tidak lebih dari 3% di dunia ini, kucing tersebut yaitu kucing Persia.

Contoh Teks Eksposisi Berita

Kabut Asap Tebal di Riau

contoh teks eksposisi berita

Kabut asap yang tebal masih menyelimuti beberapa daerah di Sumatera dan Kalimantan, dampak terbesar yaitu ada di Riau. Dimana di kota tersebut jarak pandang sangatlah tipis. Warga setempat juga cukup kesulitan untuk melakukan berbagai aktivitas sehari-hari. Kebakaran hutan benar-benar membuat aktivitas warga terganggu dan kesulitan untuk bernafas.

Sabtu (21/09/2018), BMKG Pekanbaru merilis 198 hotspot atau titik panas di Riau dengan level confidence sebesar 50%. Jumlah tersebut bahkan kian meningkat hingga level 70% dengan jumlah titik api sekitar 130 lokasi.

Titik api tersebut tersebat di berbagai wilayah, di Bengkalis sebanyak 13 titik, Pelalawan 18 titik, Rohol 38 titik, Inhil 47 titik, Inhu 10 titik, Meranti 2 titik, dan Kuansiang 2 titik. Jarak pandang juga kian menipis dan hanya bisa melihat dengan jarak maksimal 700 meter di Pekanbaru, 500 meter di Inhu, dan 400 meter di Pelalawan.

Kondisi tersebut menyebabkan masyarakat jatuh sakit karena mengalami gangguan pernafasan. Beberapa posko kesehatan darurat di Riau bahkan semakin ramai dikunjungi, khususnya anak-anak dan lansia. Peran cepat dar pemerintah dianggap sangat penting dan sangat dibutuhkan untuk membantu mengatasi masalah tersebut.

Contoh Teks Eksposisi Tentang Pendidikan

Pendidikan Karakter

teks eksposisi pendidikan

Dalam kehidupan ini, pendidikan merupakan salah satu hal yang cukup penting. Seseorang bisa dengan mudah menemukan jati dirinya melalui pendidikan.

Jati diri tersebut bisa terbentuk melalui karakter yang dimiliki oleh seseorang itu sendiri.

Untuk membentuk karakter anak agar semakin mudah, pemerintah melakukan beberapa langkah yang cukup tepat. Salah satunya yaitu mengubah Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) menjadi Kurikulum 2013.

Perubahan tersebut menitik beratkan pada pendidikan karakter dalam sistem pembelajaran di Indonesia.

Tujuannya yaitu untuk mengutamakan kemampuan dasar siswa secara personal agar bisa menggali potensi diri dengan lebih baik.

Pendidikan karakter ini sangat penting, karena siswa bisa menggali bakat dan potensi yang tersembunyi tanpa paksaan dan kekangan dari orang lain.

Karena tentu saja setiap orang memiliki bakat, potensi, karakter, dan keahlian di bidang yang berbeda-beda.

Melalui pendidikan karakter yang diterapkan ini, guru tidak boleh melabeli siswa tersebut bodoh jika siswa tersebut kurang pandai dalam salah satu atau beberapa mata pelajaran tertentu.

Karena pasti siswa tersebut juga memiliki keunggulan lain daripada mata pelajaran yang kurang baik tersebut.

Melalui kurikulum yang baru ini, pemerintah berusaha untuk menggali potensi yang ada pada setiap anak muda.

Pendidikan karakter ini merupakan bekal bagi para siswa untuk meraih masa depan yang mereka impikan.

Contoh Teks Eksposisi Tentang Covid-19

Sekolah Tatap Muka Saat Pandemi

teks eksposisi tentang corona

Sekolah tatap muka selama pandemi corona ini memerlukan kewaspadaan yang ekstra. Karena mungkin saja akan ada kasus baru dari klaster sekolah jika tidak menaati peraturan atau protokol kesehatan dengan ketat.

Jumat 10 November 2020, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim memberikan pengumuman terkait pelaksanaan pendidikan Tahun Ajaran 2020/2021. Ia mengatakan bahwa mulai bulan Januari 2021, izin proses belajar mengajar tatap muka akan diserahkan pada jajaran pemerintah daerah dan juga orang tua.

Maka dalam hal tersebut, seluruh pihak wajib melindungi anak didik. Protokol keamanan Covid-19 harus benar-benar diterapkan dengan baik saat proses pembelajaran tatap muka di sekolah.

Contoh Teks Eksposisi Tentang Kesehatan

Pentingnya Menjaga Kesehatan Gigi

menjaga kesehatan gigi

Menjaga kesehatan pada area mulut khususnya gigi merupakan salah satu hal penting yang harus diperhatikan. Karena jika gigi tersebut sudah rusak, maka akan sangat rentan gigi tersebut terasa sakit. Apalagi jika sakit gigi yang dialami sudah tergolong sakit gigi berat, maka biasanya akan berdampak pada nafsu makan yang turun, pusing, mual, istirahat terganggu, dan daya tahan tubuh yang menurun.

Oleh karena itu, menjaga kesehatan gigi sangat penting dilakukan dari usia dini atau anak-anak.

Sejak masih kecil, anak-anak harus dibiasakan untuk rajin sikat gigi pagi dan malam hari. Dua waktu tersebut merupakan waktu menggosok gigi yang paling baik.

Hal tersebut tidaklah sulit untuk dilakukan. Namun terkadang kita suka merasa malas atau bahkan lupa untuk menggosok gigi.

Selain merawatnya dengan rajin menggosok gigi, langkah lain yang bisa dilakukan adalah dengan memeriksa kesehatan gigi setiap 6 bulan sekali pada dokter gigi. Dengan memeriksanya ke dokter gigi kamu bisa mengetahui apabila terjadi kerusakan pada gigi kamu.

Kesehatan gigi merupakan hal yang sangat penting untuk dijaga. Karena setiap hari pasti kita menggunakan gigi kita untuk mengunyah berbagai makanan. Karena jika kesehatan gigi terganggu, maka bisa jadi kesehatan tubuh juga akan terganggu.

Contoh Teks Eksposisi Tentang Lingkungan

Hilangnya Hutan Penyebab Pemanasan Global

pemanasan global

Pemanasan global yaitu suatu kondisi dimana suhu bumi kian hari kian panas. Adanya pemanasan global tersebut akan berdampak negatif pada lapisan ozon yang kian menipis sehingga sinar ultraviolet matahari bisa masuk ke bumi secara langsung tanpa adanya penghalang. Selain itu, pemanasan global juga akan menyebabkan naiknya permukaan air laut karena es yang ada di kutub akan mencair.

Pemanasan global bisa terjadi karena banyaknya gas karbondioksida yang terdapat pada atmosfer bumi dan merusak lapisan ozon. Kadar gas karbondioksida tersebut sebenarnya bisa diminimalisir dengan adanya pohon dan hutan yang ada di bumi. Namun kian hari hutan yang ada di bumi kian menghilang dan tidak mampu lagi menyerap banyaknya jumlah karbondioksida.

Dalam beberapa tahun terakhir ini, kenaikan suhu di bumi terbilang cukup parah dikarenakan pemanasan global itu sendiri. Hilangnya hutan dan berbagai pepohonan menjadi penyebab utama karbondioksida tidak bisa diserap dengan baik.

Hal tersebut diperparah dengan banyaknya produksi gas karbondioksida yang dihasilkan dari asap kendaraan bermotor dan asap pabrik.

Pemanasan global yang terjadi di bumi ini semakin hari semakin parah. Hal tersebut sebenarnya bisa ditanggulangi dengan cara mengurangi penggunaan kendaraan bermotor dan yang paling penting adalah menghijaukan kembali bumi ini.

Itulah diatas yang bisa kami ulas mengenai materi Bahasa Indonesia seputar pengertian teks eksposisi, struktur, unsur, jenis, Ciri, kaidah penulisan, cara membuat, dan contoh teks eksposisi. Semoga bermanfaat dan menambawah wawasan kalian yaa!

Beri Konten ini 5 Bintang Dong!
[Total: 0 Average: 0]

Previous articleMuseum Purbakala Sangiran : Review, Wahana, Lokasi, dan Harga Tiket
Next article10 HP Dibawah 2 Juta Terbaik Tahun 2021

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here