Teks Editorial : Pengertian, Struktur, Ciri, Kaidah, dan Contoh

Teks Editorial

Teks editorial atau yang juga biasa disebut dengan teks opini cukup sering kita jumpai di kehidupan sehari-hari.

Teks ini biasanya kita jumpai di berbagai artikel berita yang isinya berupa pendapat pribadi pembuat berita tersebut terhadap suatu permasalahan yang sedang terjadi.

Untuk lebih lengkapnya lagi, simak ulasan yang sudah Sudut Nusantara rangkum di bawah ini.

Pengertian Teks Editorial

teks editorial adalah

1. Secara Umum

Teks Editorial adalah sebuah teks yang berisi analisis subjektif atau opini redaksi dari sebuah kejadian yang sedang hangat diperbincangkan. Teks editorial ini biasa kita jumpai di dalam surat kabar, majalah, atau artikel di internet. Teks editorial di dalam media juga biasa disebut sebagai tajuk rencana.

Opini yang dibuat redaksi biasanya akan dianggap sebagai pandangan resmi suatu media pada isu yang diangkat. Meski berupa opini atau pendapat, namun dalam penulisannya juga harus dilengkapi dengan fakta, bukti, dan argumentasi yang logis.

Berbagai isu atau masalah yang biasanya diangkat ke dalam teks editorial yaitu: Sosial, politik, dan ekonomi.

2. Menurut Para Ahli

Sementara pengertian teks editorial menurut para ahli yaitu sebagai berikut:

1. Kokasih (2017, hlm. 282)

Teks editorial adalah kolom khusus Alma surat kabar yang berisi sebuah tanggapan dari redaksi media baik itu pendapat, pujian, kritik, hingga sindiran terhadap sebuah peristiwa faktual yang sedang terjadi di masyarakat.

2. Dja’far H Assegaf (1991)

Di dalam bukunya dengan judul “Jurnalistik Masa Kini” menyebutkan bahwa:

Teks editorial atau tajuk rencana adalah sebuah pernyataan terkait opini dan fakta yang disampaikan secara singkat, logis, dan menarik jika ditinjau dari segi penulisannya, serta memiliki tujuan untuk memberikan interpretasi terhadap sebuah berita yang sedang hangat dan banyak diperbincangkan.

3. Sumaridia (2011, hlm. 82)

Teks editorial atau tajuk rencana yaitu sebuah opni redaksi yang berisi pendapat, aspirasi, atau sikap media terhadap berbagai masalah atau kejadian yang sedang terjadi.

4. KBBI

Teks editorial adalah sebuah ide, gagasan, atau pendirian dari seorang redaksi yang ditulis menggunakan kaidah kebahasaan teks opini, sehingga apa yang dijabarkan mampu memberikan wawasan dan dampak bagi pembacanya.

5. Wikipedia

Teks editorial merupakan sebuah pemikiran atau gagasan untuk menguraikan suatu kehendak tertentu terkait dengan perspektif dan ideologi, namun bersifat tidak objektif karena tidak memiliki pembuktian yang kuat.

Baca juga : Teks Ulasan

Fungsi Teks Editorial

fungsi teks editorial

Fungsi umum teks editorial adalah untuk menerangkan sebuah berita kepada masyarakat secara singkat, padat, dan jelas.

Berikut ini beberapa fungsi teks editorial lainnya, yaitu:

  • Menjelaskan latar belakang berita dengan menyertakan data secara lebih lengkap dan menyeluruh agar bisa mempengaruhi pembacanya.
  • Meneruskan nilai moral yang ada pada berita tersebut.
  • Menyampaikan analisis kondisi yang berfungsi agar masyarakat atau pembaca mempersiapkan diri pada suatu kemungkinan yang bisa terjadi.
  • Menyampaikan pendapat publik yang disertai fakta namun tidak dalam bentuk berita.
  • Mengkritik suatu permasalahan dalam bentuk sebuah gagasan.

Manfaat Teks Editorial

manfaat editorial

Berikut ini beberapa manfaat teks editorial, yaitu:

  • Memberikan motivasi bagi pembaca.
  • Menyampaikan informasi atau berita kepada pembaca.
  • Mempengaruhi pemikiran pembaca.
  • Menggerakkan pembaca agar mau bertindak seperti apa yang disarankan pada teks tersebut.

Tujuan Teks Editorial

tujuan teks editorial

Teks editorial memiliki dua tujuan utama, yaitu:

  1. Untuk memberikan opini atau pandangan pada isu yang sedang hangat dibicarakan terhadap pembaca.
  2. Untuk mengajak pembaca agar turut berpikir terkait permasalahan yang sedang terjadi di sekitar.

Jenis-Jenis Teks Editorial

jenis teks editorial

Teks editorial terbagi kedalam beberapa jenis, diantaranya yaitu sebagai berikut:

1. Interpretative Editorial

Interpretative editorial bertujuan untuk menerangkan atau menjelaskan isu yang sedang terjadi dengan cara menyajikan fakta dan figur sebagai pengetahuan.

2. Explanatory Editorial

Jenis teks editorial ini menyajikan sebuah isu agar bisa dinilai oleh pembacanya.

Umumnya, explanatory editorial bertujuan untuk mengidentifikasi sebuah isu serta membuka mata pembaca dalam memperhatikan, mengawasi, menilai, dan memahami isu tersebut.

3. Controversial Editorial

Jenis teks editorial yang ketiga ini bertujuan untuk meyakinkan pembaca terhadap suatu isu yang sedang hangat.

Dimana di dalam jenis teks editorial ini biasanya pendapat yang berlawanan (kontra) akan dianggap menjadi pendapat yang buruk.

Struktur Teks Editorial

struktur teks editorial

Teks editorial terdiri dari 3 struktur pembangun, yaitu:

1. Tesis (Pengenalan Isu)

Bagian atau struktur pertama teks editorial yaitu tesis, dimana pada bagian ini berisi pengenalan isu dari sudut pandang penulis terkait isu yang sedang dibahas.

Biasanya bagian tesis ini diisi dengan teori atau opini penulis dan diperkuat dengan adanya argumen.

2. Argumen (Penyampaian Pendapat)

Bagian yang berisi argumen atau pendapat penulis terhadap isu yang sedang dibahas dan disertai dengan berbagai bukti untuk memperkuat opini tersebut.

Argumen dapat diuraikan dengan pernyataan umum (publik), pernyataan para ahli, data hasil riset, hingga berbagai fakta yang didapatkan dari referensi yang bisa dipercaya.

3. Penegasan Ulang

Bagian terakhir yaitu berupa penegasan ulang pendapat yang juga disertai dengan adanya fakta, bukti, dan data pada bagian argumen untuk memperkuat opini.

Ciri-Ciri Teks Editorial

ciri tajuk rencana

Untuk membedakannya dengan jenis teks lain, di bawah ini beberapa ciri-ciri teks editorial.

  • Bersifat argumentatif.
  • Diawali dengan pembahasan umum dari isu yang sedang hangat.
  • Isi berupa opini, persepsi, analisis, dan konklusi dari redaksi.
  • Tidak ada nama penulisnya.
  • Terdapat bagian khusus untuk memaparkan fakta atau bukti yang bertujuan untuk memperkuat pendapat.
  • Topik yang ditulis pada umumnya mengenai isu yang sedang hangat dibicarakan oleh masyarakat.
  • Opini yang dibuat diasumsikan mewakili redaksi dan menggambarkan pendapat resmi dari redaksi tersebut.
  • Tulisannya menarik untuk dibaca.
  • Memakai pemikiran yang logis dan mudah dipahami.
  • Bertujuan untuk mengungkapkan suatu pendapat.
  • Berisi fakta umum dan pandangan pribadi dari penulis.
  • Bersifat analisis.
  • Disajikan secara logis dan sistematis agar mudah untuk dimengerti.
  • Biasanya terdapat pada koran, majalah, atau artikel berita lainnya.

Kaidah Kebahasaan Teks Editorial

kaidah kebahasaan editorial

Kaidah kebahasaan teks editorial tidak jauh berbeda dengan jenis teks lainya. Berikut selengkapnya:

1. Verba Material

Verba material yaitu verba yang menunjukkan suatu perbuatan fisik.

2. Verba Rasional

Verba rasional yaitu verba yang menunjukkan sebuah hubungan intensitas A dan B yang memiliki kandungan kalimat A dan terdapat pada kalimat B.

3. Verba Mental

Verba mental yaitu verba yang merujuk pada persepsi (melihat), afeksi (khawatir), dan kognisi (mengerti).

4. Adverbia

Adverbia bertjuan agar pembaca percaya dengan opini yang diutarakan oleh penulis dengan menggunakan kata keterangan seperti selalu, sering, biasanya, dan lain sebagainya.

5. Konjungsi

Konjungsi yaitu kata hubung yang ada di dalam sebuah teks. Baik itu kata hubung kata dengan kata, kata dengan kalimat, atau kalimat dengan kalimat.

Cara Membuat Teks Editorial

cara membuat berita opini

Berikut ini cara membuat teks editorial yang baik dan benar sesuai dengan struktur pembangun dan kaidah kebahasaan teks editorial itu sendiri.

  1. Mencari dan memilih isu hangat yang akan diangkat ke dalam tulisan teks editorial.
  2. Mengumpulkan berbagai data yang bisa memperkuat argumen yang akan disampaikan.
  3. Buat kerangka teks editorial sesuai dengan struktur pembentuknya.
  4. Mengaitkan argumen dan data, sehingga membuatnya menjadi tulisan yang logis dan tidak hanya opini semata.
  5. Membaca kembali tulisan secara keseluruhan lalu memperbaiki jika ada isi yang kurang tepat.

Kumpulan Contoh Teks Editorial Terbaru 2021

Contoh Teks Editorial Singkat

Pelajar Tolak UU Cipta Kerja

Penolakan terhadap UU Cipta Kerja sangat masif. Berbagai lapisan masyarakat ikut terlibat, termasuk juga para pelajar. Beberapa orang atau kelompok memandang rendah terhadap penolakan yang dilakukan oleh pelajar. Dimana pelajar dianggap hanya iku-ikutan saja dan tidak mengerti tentang isu yang mereka sangkal. Namun pandangan tersebut tidak benar.

Sejak awal, UU Cipta Kerja memang dinilai sudah cacat prosedur. Rancangan dan pengesahan yang dilakukan juga tidak transparan, serta terjadi banyak kejanggalan. Draf yang berubah-ubah bahkan hingga palu diketok, publik juga masih kesulitan dalam mengakses dan mengetahui naskah aslinya.

Jumlah halaman dari UU Cipta Kerja juga tidak pasti. Logikanya, jika sudah disahkan maka undang-undang tersebut bersifat final. Namun masih saja ada alasan salah ketik dan beberapa pasal yang terselip.

Hingga Selasa, 3 November 2020 lalu, Presiden Joko Widodo menandatangani UU Cipta Kerja juga masih terdapat salah ketik. Cacat prosedur tersebut tentu lebih dari cukup untuk dijadikan sebagai alasan para pelajar ikut berpendapat.

Seharusnya kita bisa melihat dari keterlibatan pelajar dalam masalah ini, dimana pelajar merupakan generasi muda yang kedepannya juga akan turut membangun bangsa ini. Sebagai warga negara Indonesia, mereka tentu tahu haknya untuk berpendapat. Kita seharusnya bangga, bukannya malah menumpulkan nalar kritis yang sudah dibangun generasi muda ini.

Baca juga tentang Teks Prosedur

Contoh Teks Editorial Tentang Corona

Vaksin Covid-19 yang Tidak Pasti

Satgas atau Satuan Tugas Penanganan Covid-19, pemerintah, dan juga para peneliti harusnya berkoordinasi dengan baik dalam memberikan informasi ke publik. Pada awal tahun kita mendengar bahwa pemerintah akan menjanjikan vaksin corona pada November 2020. Namun sementara penelitian dan percobaan vaksin hingga saat ini masih terus berjalan, dan belum bisa dipastikan pengaplikasiannya ke manusia. Publik seakan dibuat bingung dan diombang-ambingkan dengan kabar yang tak pasti.

Sementara itu Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO hingga saat ini juga belum menganjurkan penggunaan vaksin karena memang penelitian terhadap vaksin tersebut belum usai. Hal tersebut lalu dibenarkan oleh jubir Satgas Covid-19 dan ia meminta masyarakat untuk tetap bersabar menanti vaksin tersebut.

Pemerintah mungkin memiliki niat yang baik, menyampaikan semua janji tentang vaksin Covid-19 agar masyarakat tetap tenang dan tidak panik. Namun menyampaikan informasi apalagi janji ke publik juga harus tetap berdasarkan fakta yang ada di lapangan. Ketidakselarasan antara pemerintah, satgas Covid-19, dan para peneliti tentu mengindikasikan bahwa koordinasi dan komunikasi mereka sangat kurang.

Contoh Teks Editorial Beserta Fakta dan Opininya

Gugurnya Pahlawan Kemanusiaan

Jumlah tenaga medis yang gugur selama Covid-19 semakin berambah. Mereka sudah bekerja keras melawan pandemi global ini, rela mengesampingkan kepentingan pribadi demi kepentingan kemanusiaan. Kematian para tenaga medis tersebut tentu sangat berkaitan dengan kebijakan pemerintah dan kesadaran masyarakat akan pandemi ini.

Terhitung hingga 15 Oktober 2020, Ikatan Dokter Indonesia mencatat terdapat 136 dokter yang meninggal akibat pandemi ini. Dimana terdiri dari 71 dokter umum, 63 dokter spesialis, dan 2 dokter residen. Padahal bukan hanya dokter saja, melainkan juga ada tenaga medis lain seperti perawat yang pada tanggal 10 November 2020 tercatat 323 tenaga medis yang sudah meninggal.

Tenaga medis tergolong ke dalam aset negara yang cukup penting. Jika nyawa tenaga medis terus berkurang, maka penanganan akan pandemi ini juga akan semakin sulit. Jumlah kematian tenaga medis yang terus meningkat juga menggambarkan bahwa pemerintah dan masyarakat kurang berempati terhadap perjuangan mereka.

Sekian ulasan diatas mengenai Teks Editorial, semoga bisa membantu dan bermanfaat. Termukan artikel yang menarik lagi dan tentunya bakal menambah wawasan untuk belajar materi Bahasa Indonesia.

Beri Konten ini 5 Bintang Dong!
[Total: 0 Average: 0]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here