Teks Drama : Pengertian, Struktur, Ciri-ciri, dan Contohnya

Teks Drama

Banyak dari kita yang sering melihat atau menonton drama, tapi tahu nggak si apa itu teks drama? Teks Drama menjadi salah satu materi Bahasa Indonesia yang sangat populer, lho.

Untuk mengetahui jawabannya, silahkan baca artikel ini hingga selesai yang sudah dirangkum lengkap oleh Sudut Nusantara.

Pengertian Teks Drama

teks drama adalah

1. Secara Umum

Teks drama adalah teks yang berisi sebuah kisah yang dikemas melalui dialog untuk dibawakan melalui sebuah seni peran atau akting untuk menggambarkan peristiwa atau cerita dalam sebuah pentas.

2. Menurut Para Ahli

a. Menurut Kemdikbud (2017, hlm. 235)

Drama adalah sebuah kisah atau cerita yang menggambarkan kehidupan dan watak melalui akting dan dialog yang dipentaskan.

b. Menurut Kokasih (2017, hlm. 132)

Drama merupakan suatu karya sastra yang memiliki tujuan untuk menggambarkan sebuah kehidupan dengan menyampaikan pertikaian dan emosi yang dilakukan melalui dialog dan akting.

c. Menurut Waluyo (2002, hlm. 2)

Naskah drama merupakan salah satu karya sastra yang sejajar dengan puisi dan prosa namun dalam bentuk yang berbeda.

Struktur Teks Drama

struktur teks drama

Sama halnya dengan jenis teks lainnya, teks drama juga memiliki struktur pembangun yang teks tersebut.

Berikut ini struktur teks drama:

1. Prolog

Kalimat atau paragraf pembuka yang biasanya disampaikan oleh dalang atau tokoh tertentu di dalam pentasnya.

2. Orientasi

Berisi pengenalan tokoh, situasi cerita, hingga permulaan konflik dalam cerita tersebut terjadi.

3. Komplikasi

Bagian inti dari teks drama ini berisi sebuah konflik yang mulai nampak serius. Pada bagian ini tokoh utama dalam cerita tersebut biasanya akan menemui berbagai masalah.

4. Resolusi

Bagian penyelesaian dari berbagai masalah yang muncul di bagian komplikasi.

5. Epilog

Bagian penutup dari sebuah drama yang berupa kata-kata penutup berisi kesimpulan dan amanat atau pesan dari draa tersebut. Biasanya disampaikan oleh tokoh tertentu atau dalang.

Sedangkan menurut pendapat Endraswara (2011, hlm. 21) struktur teks drama yaitu:

1. Babak

Bagian dari teks drama yang merangkum semua peristiwa yang terjadi di suatu tempat dengan runtutan waktu tertentu.

2. Adegan

Bagian dari babak yang batasnya ditentukan oleh perubahan peristiwa di atas pentas.

3. Dialog

Bagian dari teks drama yang berupa percakapan antar satu tokoh dengan tokoh yang lain.

4. Prolog

Bagian teks drama yang ditulis di bagian awal sebagai pengantar drama itu sendiri.

5. Epilog

Bagian penutup drama yang biasanya akan dibacakan oleh pembawa acara atau dalang.

Ciri-Ciri Teks Drama

ciri ciri drama

Untuk membedakan teks drama dengan jenis teks lainnya, berikut ini beberapa ciri-ciri dari teks drama.

  • Berisi percakapan atau dialog yang dibawakan oleh tokoh atau pemeran dari drama tersebut.
  • Teks memiliki petunjuk khusus yang harus dilakukan oleh pemeran dari drama tersebut. Seperti mengatur ekspresi (marah atau sedih), melakukan aksi (berjalan, melompat), dan sebagainya.
  • Mengandung kisah, cerita, atau narasi yang disampaikan melalui dialog antar tokoh.
  • Tidak perlu menggunakan tanda ” dalam penulisan dialognya.

Unsur-Unsur Teks Drama

unsur naskah drama

Teks drama memiliki berbagai unsur yang terkandung di dalamnya. Menurut Kemdikbud (2017, hlm. 245) unsur-unsur teks drama meliputi:

A. Latar

Latar merupakan keterangan waktu, tempat, dan suasana yang terjadi pada teks drama tersebut.

  1. Latar Waktu, penggambaran waktu kejadian di dalam teks drama.
  2. Latar Tempat, penggambaran tempat kejadian di dalam teks drama.
  3. Latar Suasana, penggambaran suasana yang melatar belakangi kejadian pada teks drama.

B. Dialog

Dalam teks drama, dialog atau percakapan harus memenuhi dua tuntutan, yaitu:

  1. Dialog harus turut menunjang gerak laku dari tokoh yang memerankannya. Dimana dialog harus dipergunakan untuk menggambarkan apa yang sudah terjadi, apa yang sedang terjadi, dan apa yang akan terjadi.
  2. Dialog yang diucapkan saat pentas harus lebih tajam dan jelas daripada ujaran sehari-hari.

Jenis-Jenis Drama

jenis drama

Berikut ini beberapa jenis teks drama:

1. Berdasarkan Sajian Isinya

  • Tragedi (Drama Duka), teks drama yang menampilkan tokoh yang sedang bersedih atau berduka karena suatu tragedi.
  • Komedi (Drama Ria), teks drama yang bersifat menghibur dan memiliki suasana yang ceria.
  • Tragikomedi (Drama Dukaria), teks drama yang sebenarnya menggunakan alur duka namun berakhir dengan kebahagiaan.

2. Berdasarkan Bentuk Sastra Cakapnya

  • Drama Puisi, teks drama yang sebagian besar disusun dalam bentuk puisi atau menggunakan unsur-unsur teks puisi.
  • Drama Prosa, teks drama yang cakapnya disusun dalam bentuk prosa.

3. Berdasarkan Pengaruh Unsur Seni Lainnya

  • Sendratari, drama yang menonjolkan seni drama dan tari di dalamnya.
  • Opera, drama yang menonjolkan seni musik atau suara.
  • Tablo, drama tanpa dialog dan gerak.

4. Berdasarkan Kuantitas Cakapannya

  • Minikata, drama yang menggunakan sedikit sekali kata-kata atau dialog.
  • Pantomim, drama yang tidak menggunakan kata-kata atau dialog sama sekali.
  • Dialog – Monolog, drama yang banyak menggunakan kata-kata atau dialog.

5. Jenis Drama Lainnya

  • Drama Satu Babak, lakon yang terdiri atas satu babak dimana cerita berpusat pada satu topik serta alur yang ringkas.
  • Drama Liturgis, drama yang pementasannya digabung dengan upacara kebaktian di gereja.
  • Drama Duka, drama khusus yang menggambarkan suatu kejahatan atau keruntuhan tokoh utama dalam drama tersebut.
  • Drama Domestik, drama yang menceritakan kehidupan rakyat pada suatu daerah.
  • Drama Borjuis, drama yang memiliki tema kehidupan rakyat bangsawan.
  • Drama Baca, teks drama yang hanya cocok untuk dibaca saja, tidak untuk dipentaskan.
  • Drama Absurd, drama yang sengaja mengabaikan alur, penokohan, dan tema.

Kaidah Kebahasaan Teks Drama

kaidah kebahasaan teks drama

Kaidah atau ciri kebahasaan teks drama hampir semua dipenuhi dengan dialog atau percakapan.

Karena teks drama banyak mengandung percakapan, maka sebagaimana halnya percakapan sehari-hari, teks drama sering menggunakan kosakata percakapan, seperti dong, sih, aduh, yah, oh, hmm.

Berikut ini beberapa kaidah kebahasaan teks drama:

  • Menggunakan kata kerja yang menggambarkan suatu peristiwa. Contoh: Menghadap, menyingkirkan, menyuruh, dan lain sebagainya.
  • Menggunakan kata yang menyatakan urutan waktu (konjungsi). Contoh: Setelah itu, selanjutnya, sebelum, kemudian, dan lainnya.
  • Menggunakan kata kerja yang menyatakan sesuatu yang sedang dirasakan atau dipikirkan oleh tokohnya. Contoh: Mengharapkan, mengalami, menginginkan, merasakan, dan sebagainya.
  • Menggunakan kata sifat untuk menggambarkan tempat, tokoh, dan suasana. Contoh: Rapi, bersih, gagah, baik, kuat, dan lain sebagainya.

Cara Membuat Teks Drama

cara membuat naskah drama

Setelah kamu memahami apa itu teks drama, apa saja struktur pembangunnya, apa saja kaidah kebahasan, dan apa saja unsur yang ada di dalamnya. Berikut ini cara membuat teks drama yang baik dan benar:

  1. Menentukan ide cerita atau tema.
  2. Membuat sinopsis cerita.
  3. Membuat kerangka teks drama berdasarkan struktur teks drama.
  4. Menulis teks drama sesuai dengan kaidah kebahasan, dan unsur teks drama.
  5. Meneliti ulang teks drama yang sudah dibuat.
  6. Melakukan revisi jika diperlukan.

Contoh Teks Drama

Contoh Naskah Drama Persahabatan

Kepedulian Seorang Sahabat

contoh teks drama
  • Tema: Persahabatan
  • Alur: Pendek
  • Tokoh: 4 Orang
  • Penokohan:
    • Dinda: Patuh terhadap orang tua
    • Wili: Sosok sahabat yang baik
    • Andin: Sosok yang sangat peduli dengan sahabatnya
    • Heni: Adik Andin

Sinopsis Drama

Dinda diminta oleh ibunya untuk mengantarkan barang milik tantenya. Dinda meminta Wili untuk menemaninya ke rumah tantenya dan mengantarkan barang tersebut. Ditengah perjalanan, motor Dinda tiba-tiba bannya kempes dan tidak ada bengkel di daerah tersebut.

Secara kebetulan, Andin dan Heni melihat mereka berdua sedang mendorong motor. Andin kemudian memberikan pertolongan kepada Dinda dan Wili dengan cara mendorong motor tersebut secara bergantian hingga sampai disebuah bengkel.

Dialog Drama

Dinda: Wil, besok kamu ada keperluan nggak? kalau kamu ada waktu luang temenin aku yuk ke rumah tanteku.

Wili: Besok? emm boleh, kebetulan aku nggak ada acara besok. Tapi ngomong-ngomong ngapain ke rumah tante kamu?

Dinda: Aku disuruh sama ibu aku buat nganterin barang punya tanteku yang ketinggalan di rumah.

Wili: Oke deh din siap.

Dibalik itu, sebenarnya wili memiliki acara sendiri namun dia tidak bisa menolak permintaan sahabatnya itu.

Dinda: Besok sekitar jam 8 atau jam 9 aku jemput kamu ya wil, kalau siang takut hujan males.

Wili: Yaudah ok Din.

Keesokan harinya Dinda dan Wili berangkat ke rumah tante Dinda yang berjarak sekitar 20 km dari rumah Dinda. Namun saat di perjalanan motor yang dikendarai Dinda bannya bocor, dan tidak ada bengkel di daerah situ.

Byuuuuus…. suara ban motor Dinda yang kempes.

Dinda: Aduh gimana nih Wil, bannya bocor segala, pecah deh kayaknya nih ban!

Wili: Hmmm gimana ya, mana nggak ada bengkel tambal ban lagi disini.

Mereka berdua kemudian mendorong motor tersebut. Setelah hampir 10 menit mendorong motor, tiba-tiba salah seorang sahabat mereka lewat di jalan itu. Dia adalah Andin bersama adiknya yang bernama Heni.

Andin: Eeeeeh stop hen… stop…

Heni: Ada apa kak?

Andin: Itu kayaknya Dinda sama Wili deh, temen kakak.

Wili: Ehh itu Andin.

Andin: Kenapa? bannya bocor yah? kasian sekali, emang kalian mau kemana?

Wili: Nih aku mau nganterin Dinda ke rumah tantenya. Eh tiba-tiba bannya bocor, mana nggak ada bengkel lagi.

Andin: Aduh gimana ya.. oh aku tau, gini aja aku kebetulan kan mau ke toko besi papa aku, nah disana ada mobil pickup, gimana kalau aku minta tolong ke papaku buat jemput kalian terus bawa motor kalian ke bengkel.

Dinda: Emmm gimana ya, ngrepotin ni, emmm yaudah deh gapapa.

Andin: Ok kalian tunggu sebentar ya, aku ke toko besi papaku dulu, nanti aku jemput kalian disini sama papaku.

Dinda, Wili: Ok deh ndin, makasih banget ya, kamu emang sahabat yang terbaik.

Andin: haha iya sama-sama.

Motor tersebut kini telah dibawa oleh papanya Andin ke bengkel, dan kini mereka bertiga berjaga di toko papanya Andin sembari menunggu motornya dibetulkan.

Contoh Naskah Drama Teater

Kisah Nani dan Kim

Sang narator memberikan instruksi kepada para pemeran Bu Jasmin, Nani, dan Kim untuk memasuki setting yang sama. Mereka bertiga berada pada sebuah rumah yang besar dan megah milik Bu Jasmin. Nani datang ke rumah tersebut sebagai pembantu baru di rumah Bu Jasmin dan menarik perhatian Kim.

Alur Cerita

Nani: Permisi, apa benar ini rumah Bu Jasmin?
Bu Jasmin: Iya betul, ada perlu apa ya?
Nani: Perkenalkan saya Nani, pembantu kiriman dari Melati Nirwana.
Bu Jasmin: Oh iya. Silahkan masuk, langsung ke belakang aja. Taruh barang kamu di kamar belakang dekat taman. Sesudah itu kembali ke ruang tamu dan temui saya.

Nani kemudian berjalan menuju kamar belakang. Karena rumahnya sangat besar, ia tersesat ke sebuah ruangan kerja yang letaknya juga dekat dengan taman belakang.

Kim: Hey siapa kamu?
Nani: Eh mas, emmm, anu, saya pembantu baru disini mas. Saya disuruh Bu Jasmin ke kamar belakang, saya nggak tahu kamarnya yang mana, maaf mas.

Kim terpana dan terdiam melihat cantik dan lugunya Nani.

Kim: Pembantu baru? Oh, kamar kamu disebelah sana bukan disini
Nani: Iya mas, maaf mas, terima kasih
Kim: Eh tunggu, siapa nama kamu?
Nani: Nani, mas?
Kim: Kim, saya Kim
Nani: Eh iya, mas Kim, salam kenal

Singkatnya, 3 bulan sudah berlalu, Kim dan Nani ternyata saling menyimpan ketertarikan satu sama lain. Pada suatu momen, Kim memberanikan diri untuk menyatakan perasaan yang ia miliki terhadap Nani.

Kim: Nani, boleh ngomong sesuatu?
Nani: Eh mas Kim, bagaimana mas ada yang perlu saya kerjakan?
Kim: Tidak Nani, saya mau ngomong sesuatu sama kamu
Nani: Iya mas gimana?
Kim: Sebenarnya selama ini, saya memendam perasaan sama kamu, sejak pertama kali kita bertemu di ruangan kerja saya. Maaf kalau saya lancang, saya hanya ingin mengutarakan apa yang saya rasakan.
Nani: Haaa? mas Kim suka sama pembantu seperti saya?
Kim: Iya, ini bukan soal pembantu atau apapun itu. Tapi saya benar-benar memiliki ketertarikan sama kamu. Jika kamu mengizinkan, maukah kamu membuka hatimu untuk saya?
Nani: Hmmm, aduh, gimana ya. Sebenarnya Nani juga memiliki perasaan yang sama. Nani juga tertarik sama mas Kim. Tapi itu tidak mungkin, Nani hanya seorang pembantu disini.
Kim: Serius? lupakan soal pembantu, mau nggak kalau kita menjalin hubungan agar lebih saling kenal.
Nani: Eee terserah mas Kim saja deh. Tapi Nani takut kalau Bu Jasmin mengetahui hal ini.
Kim: Nggak papa, pelan-pelan saya yang akan langsung bilang ke Ibu.

2 bulan berlalu mereka menjalin hubungan tanpa sepengetahuan Bu Jasmin, namun pada akhirnya Kim memutuskan untuk memberi tahu ibunya tentang hal tersebut. Sekaligus meminta izin pada ibunya untuk menjalin hubungan yang lebih serius dengan Nani.

Kim: Mama
Bu Jasmin: Kim, ada apa?
Kim: Kim mau ngomong sesuatu ma
Bu Jasmin: Iya Kim ngomong aja
Kim: Gini ma, sebenarnya Kim dan Nani ada hubungan
Bu Jasmin: Haaa apa?! yang benar saja kamu!
Kim: Iya ma, maaf ma, tapi Kim memang memiliki rasa sama Nani. Kim sudah ada hubungan sama Nani sejak 2 bulan yang lalu
Bu Jasmin: Panggil Nani kesini
Kim: Iya ma
Nani: Bagaimana bu? bagaimana mas Kim?
Bu Jasmin: Duduk sini
Nani: Baik bu
Bu Jasmin: Ibu memiliki pertanyaan pada kalian berdua, kalian serius dengan hubungan kalian?
Nani: Hmmmm, iya bu, maafkan saya bu, saya tidak bermaksud lancang.
Kim: Iya mah, aku serius sama Nani
Bu Jasmin: Gini, mamah menyetujui hubungan kalian berdua. Karena sebenarnya mamah sudah menduganya, mamah juga suka dengan kepribadian, sifat, dan karakter Nani. Dia cocok sama kamu Kim
Kim: Serius mah? makasih ma

Akhirnya mereka berdua melanjutkan hubungan tersebut hingga ke jenjang pernikahan.

Contoh Teks Drama Tentang Covid-19

Masker

Suatu hari ada dua orang perempuan yang tinggal bersama dalam satu kamar kos. Indah yang sedang bersiap untuk berbelanja kebutuhan dapur, sedangkan Winda yang sedang sibuk mengejakan tugas kuliah online.

Indah: aku mau pergi belanja sayur ni, kamu selesai kuliah online jam berapa?
Winda: Wah aku hari ini ada tiga mata kuliah ni, paling selesai nanti sore. Kamu nggak ada kelas online?
Indah: Kagak ada dong, paling cuma tugas doang. Nanti aku kerjain sore, kamu mau nitip apaan nggak? aku mau belanja sayur ni
Winda: Eh nitip masker dong, yang warna putih ya. Beli satu pak aja, nih uangnya nanti kembaliannya buat beli cilok aja.

Indah kemudian pergi dengan menggunakan jaket, masker, dan membawa tas. Sementara Winda tetap sibuk dengan kuliah online nya. Tak lama kemudian Indah pulang.

Indah: Assalamualaikum
Winda: Waalaikumsallam, loh kok cepet ndah?
Indah: Iya dong, kan cuma belanja sayuran
Winda: Dih gaya banget beli sayuran doang pakai jaket sama masker segala
Indah: Kan lagi pandemi, gimana si kamu nda
Winda: Wkwk iya sih, mana sini cimolnya, pengen nyemil ni laper
Indah: Nih
Winda: Ya ayok makan sama kamu
Indah: Iya ayok

Saat sedang makan cimol, Indah kemudian melemparkan sekotak masker pada Winda.

Indah: Nih, titipan maskernya
Winda: Makasih nda, eh bentar kok kotaknya aneh si

Winda kemudian membuka kotak masker tersebut.

Winda: Lah ini kan masker bengkoang buat perawatan wajah, maksud aku itu masker buat tutupin idung sama mulut, yang kaya dipakai dokter-dokter itu
Indah: Yah mana aku tau, gimana dong?
Winda: Yaudah mau gimana lagi, gapapa deh mayan skincare aku juga udah mau abis
Indah: Dih dasar ni anak, gajelas banget

Contoh Naskah Drama Cerita Rakyat

Malin Kundang

Malin kundang merupakan anak tunggal dari ibu yang bernama Mande. Karena mereka hidup susah di tanah kelahirannya, maka Malin Kundang memutuskan untuk pergi ke kota.

Akhirnya Malin Kundang berhasil menjadi orang yang sukses dan menikah dengan seorang saudagar kaya raya. Saat kembali ke kampung halamannya bersama sang istri. Ia tidak mengakui ibunya sendiri, kemudian sang ibu yang merasa sakit hati berdoa buruk terhadap Malin Kundang dan istrinya, akhirnya Malin dan istrinya tersambar petir dan berubah menjadi batu.

Malin: Istriku, inilah dulu kampung halamanku. (Dari sebuah perahu yang sedang ia sandarkan dan menunjuk ke daratan di depannya)
Istri: Wah sungguh indah pemandangan di kampung kelahiranmu ini Kanda.

Kemudian datang ibu Malin Kundang karena mendengar anaknya yang sudah sukses itu pulang.

Mande: Malin..! Malin…! Kamu Malin anakku
Istri: Siapa wanita itu Kanda?
Malin: (Menyembunyikan wajahnya karena terkejut saat melihat ibunya berlari mendekati perahu tersebut) Kanda tidak mengenali wanita tua itu Dinda
Istri: Oh, mungkin dia hanyalah seorang pengemis yang sedang minta belas kasihan pada kita
Mande: Malin, ini ibu nak. Apa kamu sudah tidak mengenali ibumu ini? aku yang mengandungmu selama 9 bulan, aku juga yang membesarkan kamu nak
Malin: Pergi sana wanita tua, aku tidak mengenalmu, jangan mengaku bahwa kamu ini ibuku. Ibuku bukan wanita yang lusuh dan tua renta seperti ini. Ia juga sudah meninggal sejak aku masih kecil. Pergi!
Mande: (Menangis mendengar kata-kata dari anaknya tersebut). ia kemudian menengadahkan tangan dan berdoa jika ia bukan anakku maka maafkanlah ia, namun jika ia adalah anakku maka hukumlah ia karena sudah durhaka terhadap ibunya

Seketika petir menggelegar, langit menjadi hitam, dan batai menghantam kapal Malin. Setelah itu petir juga menyambar tubuh Malin dan Istrinya, kemudian tubuh mereka berubah menjadi batu.

Contoh Teks Drama Beserta Strukturnya

Air Mata Haru

Sinopsis

Di waktu subuh, terdapat sepasang suami istri yang berjalan bersama menuju masjid untuk menunaikan sholat subuh berjamaah.

Dialog

Suami: Bu, sehabis shalat subuh nanti kita ketemu lagi ya disini
Istri: Iya yah

Setelah selesai menunaikan sholat subuh, sang istri lebih dahulu keluar masjid. Namun sang istri kebingungan karena sandalnya hilang.

Suami: Kenapa bu? kok bingung gitu?
Istri: Sandal aku hilang yah, padahal tadi disamping sandal ayah kan
Suami: Yaudah, mungkin yang mengambil sandal ibu memang membutuhkan sandal itu
Istri: Lah berarti aku pulang nggak pakai sandal dong?
Suami: Tenang sini aku gendong
Istri: Tapi kan aku berat
Suami: Udah ayok, nanti keburu anak-anak pada bangun

Saat sedang digendong, sang istri meneteskan air mata haru betapa pedulinya suaminya itu.

Demikian artikel lengkap mengenai Teks Drama lengkap beserta penjelasannya, semoga bisa menjawab pertanyaan kalian semua dan selamat belajar!

Beri Konten ini 5 Bintang Dong!
[Total: 0 Average: 0]

Previous articleCara dan Tips Menggunakan Laptop Agar Awet
Next articleSunan Giri : Biografi, Sejarah, Metode Dakwah, Makam, Peninggalan, dan Kisahnya Lengkap

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here