Teks Anekdot: Pengertian, Struktur, Ciri dan Contoh

Teks Anekdot

Teks Anekdot merupakan salah satu bahasan yang cukup populer dalam di mata pelajaran Bahasa Indonesia.

Dahulu teks anekdot ini sangat populer di beberapa jenis majalah, buku, koran, dan media cetak lainnya.

Bahkan seiring dengan perkembangan teknologi, jenis teks ini juga nyatanya masih banyak muncul di berbagai media digital.

Teks ini masih tetap popular karena memang memiliki banyak peminat dari berbagai kalangan masyarakat, dimana isinya tidak hanya menghibur semata melainkan mengandung pesan moral tertentu yang disampaikan oleh penulis kepada pembaca.

Masyarakat biasanya mengenal teks anekdot sebagai sebuah teks yang berisi sindiran atau kritikan yang dikemas dalam sebuah humor agar lebih menarik untuk dibaca.

Selain itu, teks ini juga memiliki beragam ciri khas tertentu yang membedakannya dengan jenis teks lainnya.

Agar kamu lebih mengetahui tentang Teks Anekdot, Sudut Nusantara telah merangkum berbagai pembahasan penting di bawah ini.

Pengertian Teks Anekdot

Pengertian Anekdot

Apa pengertian teks anekdot secara umum?

Pengertian teks anekdot secara umum adalah sebuah cerita singkat yang di dalamnya terdapat unsur lucu atau humor yang bertujuan untuk menyampaikan sebuah kritikan atau sindiran. Biasanya anekdot bertopik tentang politik, lingkungan, pemerintahan, kehidupan, dan sosial.

Namun anekdot tidak hanya berbentuk sebuah cerita saja, namun juga dapat berbentuk sebuah dialog singkat antara dua tokoh atau lebih.

Baik dalam bentuk cerita atau dialog, anekdot tetap harus memberikan amanat, pesan moral, atau kritikan yang disajikan dalam sentuhan humor.

Struktur Teks Anekdot

struktur anekdot

Selain itu, teks anekdot juga harus memiliki sturktur yang berbeda dengan bentuk teks lainnya.

Dengan adanya struktur teks, tentu akan membuat teks menjadi lebih rapi dan sesuai.

Anekdot memiliki lima macam struktur yang wajib untuk dimasukkan saat membuat anekdot itu sendiri.

Struktur teks anekdot diantaranya adalah Abstraksi, Orientasi, Krisis, Reaksi, dan Koda.

Simak penjelasannya berikut ini:

1. Abstraksi

Abstraksi merupakan struktur teks humor pertama yag ada di dalam sebuah teks anekdot.

Abstraksi atau Abstrak terletak di awal paragraf yang berfungsi untuk menggambarkan teks tersebut secara umum untuk memudahkan pembaca membayangkan isi dari teks tersebut.

2. Orientasi

Struktur anekdot selanjutnya yaitu Orientasi yang merupakan awal kejadian dalam sebuah cerita, dimana bagian ini juga menjelaskan latar belakang kenapa peristiwa utama bisa terjadi.

3. Krisis

Krisis merupakan struktur atau bagian yang menjelaskan tentang pokok permasalahan utama dengan warna atau gaya penulisan yang unik dan lucu.

Bagian ini juga biasanya menjelaskan kejadian yang terjadi pada penulis anekdot sendiri.

4. Reaksi

Reaksi memiliki hubungan yang besar dengan struktur sebelumnya yaitu krisis.

Dimana reaksi adalah bagian yang melengkapi krisis yang berupa penyelesaian masalah dengan menggunakan cara unik dan tidak biasa.

5. Koda

Koda merupakan struktur terakhir atau penutup dari teks anekdot itu sendiri.

Unsur Teks Anekdot

unsur anekdot

Selain struktur, terdapat juga unsur pembangun teks Anekdot. Unsur tersebut meliputi tokoh, alur, dan latar.

1. Tokoh

Unsur pertama yaitu tokoh, dimana tokoh adalah partisipan atau pelaku yang terlibat dalam sebuah cerita anekdot.

Tokoh di dalam anekdot bersifat faktual, yang biasanya menggunakan tokoh terkenal.

2. Alur

Alur merupakan jalan cerita yang berupa serangkaian peristiwa yang terjadi dengan tambahan atau polesan tertentu dari penulis anekdot itu sendiri.

3. Latar

Latar dapat berupa waktu, tempat, sekaligus suasana yang ada di dalam cerita anekdot tersebut.

Jenis-jenis Teks Anekdot

jenis-jenis anekdot

Secara umum teks anekdot terbagi e dalam dua jenis, berikut penjelasannya:

1. Teks Anekdot Nyata atau Non Fiksi

Teks ini biasanya memuat cerita asli yang dialami oleh tokoh tertentu atau si penulis. Selain itu nama tokoh yang digunakan juga sesuai dengan kenyataan.

Kisah yang diceritakan biasanya akan dibuat semirip mungkin dengan kejadian sesungguhnya, yang tentunya dibuat menggunakan struktur anekdot dengan memasukkan unsur humor di dalamnya.

2. Teks Anekdot Fiksi atau Perumpamaan

Selanjutnya yaitu teks anekdot fiksi, dimana nama tokoh yang diperankan merupakan tokoh fiksi atau perumpamaan saja.

Meski tokoh yang digunakan berupa tokoh fiksi, namun biasanya cerita yang ada merupakan cerita yang benar-benar terjadi dalam sebuah kehidupan.

Ciri-Ciri Teks Anekdot

Agar kamu dapat membedakan teks anekdot dengan bentuk teks lainnya, silahkan pahami ciri-ciri teks anekdot di bawah ini:

1. Bersifat humor atau lucu namun menyindir

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, bahwa teks anekdot memang dibuat untuk memberi sindiran atau kritikan yang dikemas lucu.

Teks ini dibuat seperti semacam guyonan yang senagaja dibuat untuk mengkritik atau menyindir suatu hal yang biasanya berkaitan dengan isu sosial yang sudah menjadi rahasia umum.

2. Bertujuan untuk memberi kritik

Tujuan utama anekdot adalah untuk menyampaikan sebuah kritikan terhadap seorang tokoh atau keadaan yang sedang terjadi.

Dimana penulisnya akan menyelipkan sindiran dengan cara yang lucu dan dapat diterima dengan mudah oleh pembaca atau pendengarnya.

3. Teks yang mendekati fiksi atau perumpamaan

Anekdot memiliki ciri khas berupa teks yang memiliki makna mendekati perumpamaan atau fiksi seperti sebuah dongeng.

Cerita di dalamnya biasanya diberi sentuhan imajinasi dan ditambah dengan hal-hal yang bersifat nyata yang memang terjadi di masyarakat.

4. Menampilkan tokoh penting di kehidupan sehari-hari

Teks anekdot biasanya diperankan oleh tokoh atau figure yang benar-benar ada di dunia nyata dan mudah kita kenali.

Contohnya adalah tokoh pemerintahan, publik figure, atau orang disekeliling yang pembacanya juga mengenal orang tersebut.

Kaidah Teks Anekdot

Selain struktur, unsur, dan ciri-ciri teks anekdot, di dalam teks jenis ini juga memiliki kaidah atau kaidah bahasa yang digunakan.

Lalu apa saja kaidah-kaidah tersebut? simak penjabarannya berikut ini:

  • Dibuat secara urut dan kronologis.
  • Menggunakan kalimat yang berbau perintah.
  • Memakai kata keterangan waktu lampau.
  • Menggunakan kata kerja atau predikat.
  • Menyatakan peristiwa dan bagian peristiwa dengan konjungsi.
  • Menulis sesuai struktur teks yang diawali dengan abstrak dan diakhiri dengan koda.
  • Menggunakan pertanyaan dengan bahasa yang kreatif, unik, dan retorik atau efektif.

Cara Membuat Teks Anekdot

cara membuat teks anekdot

Setelah kamu mengetahui semua tentang anekdot, termasuk struktur, kaidah, dan unsurnya. Selanjutnya kamu bisa membuat teks anekdot kamu sendiri.

Berikut cara membuat teks anekdot yang baik dan benar.

  1. Tentukan topik masalah yang akan kamu bahas.
  2. Tentukan tokoh terkait yang akan kamu masukkan dalam anekdot.
  3. Tentukan peristiwa yang menjadi latar belakang cerita tersebut.
  4. Rincikan peristiwa tersebut dalam alur atau struktur anekdot yang meliputi abstraksi, orientasi, krisis, reaksi, dan koda.
  5. Buat dan kembangkan kerangka anekdot tersebut menjadi sebuah cerita yang utuh.

Perbedaan Teks Anekdot dan Humor

Meski sama-sama mengandung unsur humor dalam penyajiannya, namun teks anekdot dan teks humor biasa memiliki beberapa perbedaan.

Aspek TeksTeks AnekdotTeks Humor Biasa
Ide CeritaPeristiwa NyataFiksi / Rekaan
Isi CeritaIsu nyata terkait tokoh terkenal yang berpengaruhMasalah sehari-hari yang banyak dialami oleh setiap orang
FungsiMenyampaikan kritik dengan bentuk sindiran yang lucuHanya sebagai hiburan
MaknaMemiliki makna tersirat berupa kritikTidak memiliki makna tersirat

Contoh Teks Anekdot Singkat

Kursi yang Membuat Lupa

Di bawah pohon rindang di siang bolong, ada dua anak yang sedang bercanda.
Roni: “Hey Ari, aku punya tebak-tebakan, Kursi apa yang bisa membuat orang lupa setelah mendudukinya?”
Ari: “Emmm, kursi goyang!. Karena kalau orang duduk di atas kursi goyang pasti ngantuk dan tertidur. Orang tidur kan pasti lupa”
Roni: “Hahahaha iya juga si, tapi salah jawabanmu”
Ari: “Hahaha (ikut tertawa dengan raut muka bingung), terus kursi apa dong?”
Roni: “Kursi DPR!”
Ari: “Lah? Kursi DPR? Kok bisa gitu?”
Roni: “Iya dong, coba kamu ingat lagi, sebelum duduk di kursi DPR mereka pasti melontarkan berbagai macam janji manis agar masyarakat memilih mereka. Tapi setelah mereka duduk di kursi DPR, dalam sekejap mereka akan lupa dengan janji-janji mereka”
Ari: “Oh iya betul juga ya, dasar kursi DPR”

Semoga artikel tenang pengertian, struktur, unsur, jenis-jenis, ciri-ciri, kaidah, dan contoh teks anekdot di atas dapat menambah pengetahuan kamu.

Dengan begitu kini kamu bisa membuat teks tersebut sesuai dengan keinginan dan isu sosial yang ingin kamu angkat.

Beri Konten ini 5 Bintang Dong!
[Total: 0 Average: 0]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here